Apakah Kau Ragukan Daku

Wajah nan menatap penuh curiga 

Menelanjangi ketulusan hamba

Dengan tikam kalimat ke jantung malam

Kau. Cemburu tak makna wahai adinda 


Bolehlah aku nyatakan padamu setangkai kenbang

Nan tiada lagi daun dan kelopak?

Siapa nan sudi padanya 

Atau siapa nan suka menrohnya di jambangan suci?

Kau tak faham. adinda.


Aku bukan menilai jasadmu

Atau wajah nan penuh curiga ragu

Sakit hati tikam.katamu

Kutahan karena ku tatap hatimu


Walau hina caci kau lepaskan 

Tentang segala kelemahan ku

Nan ku tahu amarahmu itu 

Wujud cemas ka kehilangan mu


Sudahi mangasah amarah

Usaiakan menikam dadah

Aku hanya hargai cahaya 

Nan ditanamkan sang maha pencipta 

Di dada penuh dendam mu itu 


Akhiri kabut asmara 

Jernihlah menatap sukmaku

Tak kan ada pelita nan baru 

Asbab kau adalah cahaya hidupku 


Kekasihku 

Sedarilah. Aku melihat wajah segala wajah

Oh sayangku 

Fahamilah.

Aku merajut cinta segala cinta 

Dari nan tampak kau nan curiga 

Hakikat nya aku melihat 

Ada segala ada


Kembalilah kepada diri 

Percayakan hati padaku 

Sebab engkau wujud sejati 

Dari mahabbah nan Tulus suci

Nan diutus 

Buat damaikan resah rusuhku

Kaulah wujud cinta nan sunyi

Nan kan kujaga sampai mati

Sebagai syukurku

Kepada, cinta sang maha cinta.


Rantau panjang 1-11-25

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen puisi Akulah Yunimu sayang

Melelang Amalan

Cerpen: ANIMA