Menyusun naskah story
Menyusun cerita rakyat menjadi naskah storytelling itu sebenarnya seperti menata permainan sulap: kamu ingin penonton terpesona, tapi rahasianya ada di struktur dan detail. Kita bisa bongkar langkah-langkahnya satu per satu:
1. Pilih Cerita dan Kenali Intinya
Cerita rakyat biasanya punya pesan moral, tokoh khas, dan setting tradisional. Contohnya: cerita Timun Mas atau Malin Kundang.
Tugas pertama: tentukan inti cerita — siapa tokohnya, konfliknya, dan pesan yang ingin disampaikan.
2. Tentukan Format Storytelling
Storytelling bisa berbentuk monolog, dialog antar tokoh, atau narasi campur visual/audio. Pilih yang sesuai dengan media: live performance, audio, atau video.
3. Struktur Dasar Cerita
Biasanya storytelling pakai struktur klasik:
- Pembuka (Introduction): perkenalkan tokoh, tempat, dan situasi awal. Bisa pakai deskripsi suasana atau kutipan lokal.
- Konflik (Problem/Conflict): tunjukkan masalah atau tantangan tokoh. Misal: Malin Kundang durhaka pada ibunya.
- Klimaks (Climax): puncak ketegangan, keputusan kritis tokoh.
- Penyelesaian (Resolution): akhir cerita, konsekuensi atau pesan moral.
4. Gunakan Gaya Bahasa Storytelling
Cerita rakyat punya bahasa khas, tapi storytelling membutuhkan:
- Dialog hidup: buat tokoh “berbicara” seperti manusia nyata.
- Deskripsi sensory: gunakan indera (melihat, mendengar, mencium) agar penonton terasa hadir di cerita.
- Personifikasi atau metafora: misal “hutan berbisik saat malam datang.”
5. Sisipkan Nilai Budaya dan Pesan Moral
Ini inti cerita rakyat. Jangan cuma hibur, tapi biar audiens belajar budaya atau moral. Misal: kerja keras, hormati orang tua, kejujuran.
6. Tambahkan Elemen Dramatis
Supaya storytelling lebih hidup:
- Suara atau musik latar sesuai suasana.
- Adegan dramatis untuk klimaks.
- Humor atau sindiran halus jika sesuai.
7. Edit dan Latih
Baca naskah keras-keras. Dengarkan alur, tempo, dan dramatisasinya. Kadang yang lucu di tulisan bisa hambar di lisan, atau sebaliknya.
Sekarang coba latihan bikin contoh naskah storytelling dari satu cerita rakyat.
Apakah mengerti sekarang?
Komentar
Posting Komentar